Pilkada serentak 2018 di Papua jangan lagi semrawut

0
39

Jayapura, Jubi – Belajar dari pelaksanaan pilkada serentak 2017 di Papua, anggota Komisi I DPR Papua bidang Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Wilhelmus Pigai berharap, pilkada serentak 2018, tidak lagi semrawut seperti sekarang.

Ia mengatakan, di Papua ada tujuh kabupaten yang akan melaksanakan pilkada 2018, bersamaan dengan pemilihan Gubernur Papua. Tujuh kabupaten itu yakni Biak Numfor, Paniai, Deiyai, Jayawijaya, Mamberamo Raya, Puncak dan Mimika.

“Pilkada serentak mendatang, penyelenggara jangan terkontaminasi oleh kelompok tertentu. Ini yang mengakibatkan pilkada tidak sesuai harapan. Penyelenggara harus bekerja sesuai aturan yang berlaku. Jangan ada upaya memenangkan pihak tertentu,” kata Pigai via teleponnya, akhir pekan lalu.

Menurutnya, penyelenggara harus benar-benar independen. Tidak ditunggangi atau berupaya mengakomodir kepentingan politik pihak tertentu. Harus bisa menjamin masyarakat bisa menyalurkan haknya pilihannya sesuai keinginan mereka, tanpa “dikebiri”.

“Makanya, persiapan harus direncanakan dengan matang. Jangan sampai ketika hari H, ada hambatan pelaksanaan,” ujarnya.

Namun kata dia, suksesnya pelaksanaan pilkada tidak hanya menjadi tanggungjawab penyelenggara. Pemerintah dan aparat keamanan juga berperan penting. Pemerintah dalam dukungan anggaran dan aparat kemanan dalam hal pengamanan.

“Jangan lagi ada praktek-praktek yang menodai proses demokrasi. Akibatnya yang dirugkan adalah masyarakat,” katanya.

Salah satu warga Kota Jayapura, Hendrik Mambrasar berharap, ada perubahan dalam pelaksanaan demokrasi di Papua.

“Jangan seperti yang lalu-lalu dan sekarang ini. Pilkada Papua selalu jadi sorotan. Masyarakat sebenarnya sudah dewasa, namun kadang penyelenggara yang tidak bekerja sesuai aturan,” kata Hendrik. (*)

LEAVE A REPLY