Pemuda Tanah Tabi dukung LE lanjutkan kepemimpinan

0
91

Jayapura, Jubi – Pemuda dari berbagai wilayah Kota/Kabupaten Jayapura, Sarmi, Keerom dan Mamberamo Raya  yang tergabung dalam satu nama bersama yakni ‘Pemuda Tanah Tabi’ pada Sabtu (6/5/2017) mendeklarasi dukungannya kepada Gubernur Lukas Enembe (LE) untuk melanjutkan kepemimpinannya di Provinsi Papua.

“Kaka LE” sebutan untuk Lukas Enembe oleh Koordinator Pemuda Tanah Tabi Frangklin Wahey, dinilai sebagai sosok yang paling tepat untuk memimpin Papua untuk periode kedua.

“Banyak calon gubernur yang pintar, tapi Papua tidak butuh orang-orang pintar itu, Papua membutuhkan pemimpin yang punya hati untuk membangun Papua, dan kaka Lukas Enembe orangnya dan masih yang terbaik untuk memimpin Papua lima tahun kedepan,” ucapnya dihadapan ratusan pemuda di Hotel Sentani Indah, Sabtu.

Ia percaya ada figur-figur anak Tabi yang kemungkinan mencalonkan diri menjadi Gubernur Papua, namun, kata Frangklin, figure anak Tabi itu harus punya karakter hidup, perilaku dan gaya kepemimpinan seperti Lukas Enembe untuk menjadi pemimpin di Papua.

“Kita Pemuda Tanah Tabi, Me Pago, La Pago, Saererei, Ha Anim harus bersatu dan berkewajiban menentang siapapun yang merusak pemimpin kita yang betul-betul berpihak kepada masyarakat Papua,” tegasnya.

Frangklin mengaku, dirinya berbeda partai politik dengan Lukas Enembe, tapi partai itu cuma alat, tapi dukungan kami sebagai aktivis dan melihat sosok Lukas Enembe yang benar-benar berjuang untuk mensejahterakan masyarakat Papua.

Lanjutnya, masyarakat Papua sekarang banyak yang tergila-gila dengan Gubernur DKI Jakarta Ahok, tapi sebenarnya Lukas Enembe lebih hebat dari Ahok. Hanya saja, Gubernur kita tidak dipublikasikan kinerjanya selama empat tahun ini secara luas oleh media Nasional di Jakarta.

Menurutnya pembangunan di Papua, termasuk kawasan pegunungan, telah berjalan sesuai harapan, sehingga tidak ada alasan untuk tidak mendukung Lukas Enembe melanjutkan kepemimpinan di provinsi paling timur Indonesia ini.

Untuk itu, kepada pemuda tanah Tabi, Frangklin himbau untuk bersatu dan rapatkan barisan untuk bekerja mendukung Lukas Enembe melanjutkan kepemimpnannya dua periode. “Untuk apa cari yang lain, LE Lanjutkan,” ungkapnya disambut tepuk tangan dan teriakan LE Lanjutkan oleh ratusan pemuda yang hadir.

Pada kesempatan itu, Ketua Dewan Adat Suku Sentani (DASS) Demas Tokoro, mengaku, dari Gubernur Papua yang hebat sebelumnya, yang terhebat adalah Lukas Enembe. Sebab, Lukas Enembe sangat berani memperjuangkan hak-hak orang Papua.

“Selain itu, satu-satunya Gubernur yang berani melepaskan lambang Garuda di depan Menteri hanya Lukas Enembe, artinya dia Gubernur yang betul-betul memperjuangan nasib orang Papua,” katanya.

Lanjutnya, Gubernur LE satu-satunya yang bisa membantu gereja miliaran rupiah di Papua. “Gereja di Kampung Harapan Sentani disumbang Rp4 miliar, belum lagi untuk sinode-sinode maupun mesjid-mesjid yang ada di tanah Papua, bahkan, dana Otomoni Khusus 10 persen untuk Tuhan. Itu luar biasa.”

“Jadi, kalau pemuda sudah begerak, maka kami orang adat ikut saja, dan mari kita berjuang untuk Lukas Enembe melanjutkan kepemimpinnannya di Papua,” ucap Demas yang juga anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) periode 2013-2017.

Demas kembali mengatakan, banyak anak-anak Papua yang mengaku pintar hebat akan maju sebagai calon Gubernur Papua yang mengaku hebat dan akan mengubah Papua, tapi jangan percaya, Papua hanya akan diubah oleh orang yang dipilih oleh Tuhan, dan dialah Lukas Enembe, yang bekerja dengan hati yang tulus untuk masyarakat Papua.

“Papua tidak butuh orang pintar, kita butuhkan orang yang berani dan jujur untuk bekerja memajukan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, maka saya selaku tokoh adat minta kepada pemuda Tabi bersatu bekerja untuk Lukas Enembe,” imbau Demas.

Sementara itu, Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan dengan sepenuh suka cita menerima dukungan dari pemuda di wilayah Tanah Tabi. “Saya menyambut baik deklarasi ini, dan mari kita bahu-membahu bekerja dan berjuang bersama-sama demi membangun tanah Papua yang kita cintai,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini mungkin orang Jakarta tidak ingin dirinya menjadi Gubernur, tapi pihaknya akan terus berjuang bersama masyarakat. Karena kerja keras yang saya lakukan tujuannya jelas untuk kesejahteraan masyarakat Papua.

“Saya mau Papua harus sejajar dengan provinsi lain di Indonesia. Saya akan berjuang bersama rakyat dan hati saya tulus untuk membangun Papua,” tegasnya. (*)

LEAVE A REPLY